.:: Jasa Membuat Aplikasi Website,Desktop,Android Order Now..!! | | Order Now..!! Jasa Membuat Project Arduino,Robotic,Print 3D ::.

Perbedaan HTML5 dan HTML 4

0 komentar
Spesifikasi HTML 5 menjabarkan vokabular yang dapat ditulis dalam dua sintak yaitu html dan XML yang disesuaikan dengan kebutuhan pemrogram,pasar atau aplikasi. Vokabular HTML dari jaman sebalumnya (HTML+,HTML 2.0, HTML 3.2) umumnya ditulis menggunakan aturan sintak SGML.

Pada HTML 4 telah diterapkan dua sintak yaitu: SGML (disebut sebagaiHTML 4.01) dan XML (disebut XHTML 1.0). Sementara itu, HTML 5 menenerapan dua sintak yaitu: html dan XML. Karena SGML nyaris tidak pernah didukung baik oleh browsers maupun kebanyakan tools untuk html authoring yang ada, maka HTML 5 mendefinisikan serialisasi baru (lihat diagram) dan disebut sebagai html, yang sepintas mirip dengan SGML seperti dikenal sebelumnya.

  • Dapat ditulis dalam sintaks HTML (dengan tipe media text/html) dan XML.
  • Tersedianya canvas pada HTML 5
  • Embed Audio Video Secara Langsung
  • Integrasi yang lebih baik dengan aplikasi web dan pemrosesannya.
  • Integrasi (�inline�) MathML dan SVG dengan doctype yang lebih sederhana. 
  • Penulisan kode yang lebih efisien.
  • Dapat dimengerti oleh browser lawas (backwards compatible). Sehingga istilah �deprecated�
  • tidak akan diperlukan lagi.
Perbedaan HTML5 dan HTML 4
Suni

Contoh Syntax Finally Exception

0 komentar
Terdapat lima buah kata kunci yang disediakan oleh java untuk menangani eksepsi, yaitu: try, catch, throw, throws dan finally.

Ada beberapa alasan mengapa eksepsi harus ditangani, alasan tersebut antara lain:
  • Kita ingin program kita bisa memperbaiki kesalahan akibat eksepsi dan terus melanjutkan eksekusi seolah-olah tidak pernah terjadi eksepsi.
  • Pengguna program(software) umumnya tidak peduli (mengerti) bagaimana sebuah program dieksekusi sehingga akhirnya muncul pesan kesalahan. Kita ingin pesan kesalahan tadi dipahami oleh pengguna.
  • Kita ingin program tetap berjalan dan bukannya dihentikan pada saat eksepsi terjadi.

Untuk membuat penanganan satu eksepsi dan banyak eksepsi sudah kita coba, sedangkan kali ini kita akan mencoba membuat penanganan eksepsi dengan mengguankan kata kunci finally.

Contoh syntax finally excption:

public class FinalEksepsi {
    public static void main(String[] args) {
  int pembilang = 8;
  int penyebut = 0;
        try{
            int hasil = pembilang/penyebut; //menimbulkan eksepsi
            System.out.println("Hasil = " + hasil); //tidak dieksekusi
        }catch (ArithmeticException ae) {
            //statemen kalau terjadi eksepsi ArithmeticException
            System.out.println(�Eksepsi karena pembagian dengan 0�);
        }finally{
           //statemen yang selalu dieksekusi
      System.out.println(�Statemen dalam blok finally�);
        }
    }
}

Output yang dihasilkan:

Contoh Syntax Finally Exception

Suni

Contoh Syntax Penanganan Banyak Eksepsi di Java

0 komentar
Seperti contoh syntax penanganan eksepsi di java pada artikel sebelumnya, eksepsi merupakankondisi abnormal yang terjadi saat suatu perintah dieksekusi. Terdapat lima buah kata kunci yang disediakan oleh java untuk menangani eksepsi, yaitu: try, catch, throw, throws dan finally. 

Pada contoh sebelumnya kita hanya melakukan penganagan satu eksepsi, tapi bagaimanakah kalau eksepsi yang harus ditangani ada banyak ?

Berikut contoh Contoh Syntax Penanganan Banyak Eksepsi di Java:

public class BanyakEksepsi {

    public static void main(String[] args) {

  try{

      int x = 4;

      int y = 100/x;


      int[] aray = {0,1,2,3,4};

      y = aray[x];


      System.out.println(�Jumlah argument: � + y);

      System.out.println(�Tidak terjadi eksepsi�);

    }catch(ArithmeticException e){

      System.out.println(�Eksepsi karena pembagian dengan 0 �

                    + e.getMessage());

  }catch(ArrayIndexOutOfBoundsException e){

      System.out.println(�Eksepsi karena indeks di luar   kapasitas�);

  }

  System.out.println(�Setelah blok try catch�);

    }

}

Output yang dihasilkan:

Suni

Contoh Syntax Penanganan Eksepsi di Java

0 komentar
Dalam java, runtime error (kesalahan-kesalahan yang terjadi pada saat program sedang berjalan) direpresentasikan dengan eksepsi. Eksepsi adalah kondisi abnormal yang terjadi saat suatu perintah dieksekusi. Terdapat lima buah kata kunci yang disediakan oleh java untuk menangani eksepsi, yaitu: try, catch, throw, throws dan finally.

Mengapa Eksepsi perlu ditangani ?

  • Kita ingin program kita bisa memperbaiki kesalahan akibat eksepsi dan terus melanjutkan eksekusi seolah-olah tidak pernah terjadi eksepsi.
  • Pengguna program(software) umumnya tidak peduli (mengerti) bagaimana sebuah program dieksekusi sehingga akhirnya muncul pesan kesalahan. Kita ingin pesan kesalahan tadi dipahami oleh pengguna.
  • Kita ingin program tetap berjalan dan bukannya dihentikan pada saat eksepsi terjadi.

Bentuk umum penangan eksepsi:

try {

  //kumpulan statemen yang mungkin menimbulkan eksepsi

} catch (TipeEksepsi1 objekEksepsi1){

  //penanganan untuk tipe eksepsi1

....

} catch (TipeEksepsiN objekEksepsiN){

  //penanganan untuk tipe eksepsi2

} finally {

  //statemen tambahan yang pasti akan dieksekusi

}

Contoh Syntax Penanganan Eksepsi di Java:

public class SatuEksepsi {

    public static void main(String[] args) {

  int pembilang = 8;

  int penyebut = 0;


        try {

            int hasil = pembilang/penyebut; //menimbulkan eksepsi

            System.out.println("Hasil = " + hasil); //tidak dieksekusi

        } catch (ArithmeticException ae) {

            //statemen kalau terjadi eksepsi ArithmeticException

            System.out.println(�Eksepsi karena pembagian dengan 0");

        }

        //statemen yang dijalankan setelah blok try-catch

  System.out.println("Statemen setelah blok try-catch");

    }

}

Berikut Output yang dihasilkan:

Contoh Syntax Penanganan Eksepsi di Java
Suni

Tawk.to